Lahir Sabtu, 11 November 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
11 November 1989 jatuh pada hari Sabtu Pon. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 12 Bakda Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 11 Rabiulakhir 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 14 bulan 10 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Sabtu Pon, berzodiak Scorpio, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, bijaksana, dan disiplin.
- Weton: Sabtu Pon, neptu 16 (Tunggak Semi)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 4 (Sang Pembangun) · Tarot: The Emperor
Kelahiran Sabtu dikaitkan dengan watak keras kemauan, mandiri, dan berani menghadapi tantangan. Pasaran Pon melambangkan pribadi yang percaya diri, pandai berdandan, dan disegani lingkungan.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini cukup baik. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Disiplin, praktis, dan dapat diandalkan.
Numerologi ›Saatnya mengambil kendali dan membangun struktur yang kokoh. Rencana, batas, dan disiplin akan membuat hidupmu lebih stabil.
Arti kartu ›11 November 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 11 November 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Sabtu, 11 November 1989 Hari ke-315 dari 365 hari, minggu ke-45, sisa 50 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 12 Bakda Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 11 Rabiulakhir 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 14 bulan 10, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Sabtu Pon, neptu 16 Sabtu 9 + Pon 7 |
| Pancasuda | Tunggak Semi |
| Wuku | Maktal Wuku ke-21 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1989 – 21 Desember 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Sabtu Pon
Neptu weton Sabtu Pon adalah 16, hasil penjumlahan neptu hari Sabtu (9) dan pasaran Pon (7). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Tunggak Semi
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 16, hasilnya Tunggak Semi: diibaratkan tunggul yang bersemi lagi: rezeki dipercaya mudah tumbuh kembali setelah habis. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Maktal
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 11 November 1989 masuk wuku Maktal, urutan ke-21. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Sabtu Pon datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Sabtu Pon.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 11 November 1989 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1989 sampai 21 Desember 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
