AURA GAIB

Mimpi Menurut Islam: Tiga Jenis Mimpi dan Adab Setelah Bermimpi

Jawaban Cepat

Mimpi menurut Islam terbagi tiga, seperti disebut dalam hadis riwayat Muslim: kabar gembira dari Allah, mimpi menyedihkan dari setan, dan mimpi dari pikiran sendiri. Mimpi baik disyukuri dan diceritakan kepada orang terdekat. Mimpi buruk disikapi dengan berlindung kepada Allah, meludah ringan ke kiri, berpindah posisi tidur, dan tidak menceritakannya.

  • Tiga jenis mimpi: dari Allah, dari setan, dari pikiran sendiri
  • Mimpi baik disyukuri dan diceritakan kepada orang terdekat
  • Mimpi buruk tidak diceritakan dan tidak membahayakan
  • Tafsir simbol mimpi populer tidak sama dengan dalil

Tabel Ringkasan Makna Tafsir Mimpi

NoSkenario / KonteksMaknaPertanda
1Mimpi baik (ru'ya)Kabar gembira dari Allah; disyukuri dan diceritakan kepada orang terdekatBaik
2Mimpi buruk (hulm)Gangguan setan; berlindung kepada Allah dan tidak diceritakanWaspada
3Mimpi dari pikiran sendiriBawaan kegiatan dan pikiran sehari-hari; tidak perlu ditafsirkanNetral
Daftar Isi
  1. Apa saja jenis mimpi menurut Islam?
  2. Bagaimana membedakan mimpi baik dan mimpi buruk?
  3. Apa yang dilakukan setelah mimpi baik?
  4. Apa yang dilakukan setelah mimpi buruk?
  5. Bagaimana dengan tafsir mimpi yang beredar di internet?
  6. Bagaimana pandangan Islam tentang ramalan dan primbon?
  7. Kapan mimpi buruk perlu diperiksakan?
  8. Artikel tafsir mimpi dengan pandangan Islam

Mimpi menurut Islam bukan sekadar bunga tidur, tetapi juga bukan ramalan yang harus selalu dicari artinya. Islam membagi mimpi menjadi tiga jenis dan mengajarkan cara menyikapi masing-masing, terutama mimpi baik dan mimpi buruk.

Halaman ini menjadi rujukan untuk semua artikel mimpi di situs ini. Setiap artikel tafsir mimpi kami memuat bagian pandangan Islam yang merujuk ke pedoman di bawah, berdampingan dengan tafsir budaya dan penjelasan psikologi.

Apa saja jenis mimpi menurut Islam?

Menurut hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah, mimpi ada tiga macam: kabar gembira dari Allah, mimpi yang menyedihkan dari setan, dan mimpi yang berasal dari apa yang dipikirkan seseorang. Pembagian ini menjadi dasar hampir semua pembahasan mimpi dalam Islam.

Jenis mimpiCiri yang umum disebutSikap yang dianjurkan
Mimpi baik (ru'ya)Meninggalkan rasa tenang, lapang, atau gembiraBersyukur dan menceritakannya hanya kepada orang yang disayangi
Mimpi buruk (hulm)Menakutkan, menyedihkan, atau membuat gelisahBerlindung kepada Allah, tidak menceritakannya, berpindah posisi tidur
Mimpi dari pikiran sendiriBerisi hal yang sedang dipikirkan atau dialami sehari-hariTidak perlu ditafsirkan

Bagaimana membedakan mimpi baik dan mimpi buruk?

Patokan yang paling mudah adalah rasa yang tertinggal setelah bangun. Hadis riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Qatadah menyebut mimpi baik datang dari Allah dan mimpi buruk datang dari setan, sehingga perasaan tenang atau gelisah menjadi petunjuk awal.

Mimpi dari pikiran sendiri biasanya mudah dikenali karena isinya dekat dengan kegiatan Anda. Mahasiswa yang besok ujian bermimpi terlambat masuk kelas, atau pedagang yang sedang ramai pesanan bermimpi kehabisan barang. Mimpi seperti ini tidak perlu dicari maknanya.

Apa yang dilakukan setelah mimpi baik?

Mimpi baik dianjurkan untuk disyukuri dengan memuji Allah. Menurut hadis riwayat Muslim, mimpi baik sebaiknya hanya diceritakan kepada orang yang Anda sayangi atau yang Anda percaya.

Anjuran ini masuk akal dalam kehidupan sehari-hari. Kabar gembira yang diceritakan kepada orang yang tidak menyukai kita bisa memancing iri atau tafsir yang menjatuhkan. Bercerita kepada pasangan, orang tua, atau sahabat dekat sudah cukup.

Apa yang dilakukan setelah mimpi buruk?

Islam mengajarkan beberapa langkah sederhana setelah mimpi buruk, dan hadis menyebut mimpi itu tidak akan membahayakan bila langkah tersebut dijalankan.

  1. Berlindung kepada Allah dari godaan setan dan dari keburukan mimpi itu, misalnya dengan membaca ta'awudz (hadis riwayat Bukhari dan Muslim).
  2. Meludah ringan ke kiri tiga kali, berupa tiupan kecil tanpa ludah yang berlebihan (hadis riwayat Muslim dari Jabir).
  3. Berpindah posisi tidur dari sisi semula ke sisi lain (hadis riwayat Muslim dari Jabir).
  4. Bangun dan shalat bila hati belum tenang (hadis riwayat Muslim dari Abu Hurairah).
  5. Tidak menceritakannya kepada siapa pun dan tidak mencari-cari tafsirnya (hadis riwayat Bukhari dan Muslim).

Langkah terakhir sering terlupa. Banyak orang justru langsung mencari arti mimpi buruk di internet, lalu semakin cemas. Menurut kami, pedoman ini adalah obat yang baik untuk kebiasaan itu: mimpi buruk cukup ditinggalkan, tidak perlu diurai.

Bagaimana dengan tafsir mimpi yang beredar di internet?

Sebagian besar tafsir simbol mimpi, seperti ular berarti jodoh atau gigi copot berarti kematian, tidak berasal dari Al-Qur'an atau hadis. Tafsir seperti itu datang dari primbon, tradisi daerah, atau buku tafsir mimpi yang ditulis belakangan.

Buku tafsir mimpi yang beredar dengan nama Ibnu Sirin juga perlu disikapi hati-hati, karena keaslian penulisannya masih diperdebatkan di kalangan ahli. Di situs ini, tafsir budaya kami sajikan sebagai budaya, sedangkan bagian pandangan Islam hanya memuat pedoman yang dalilnya jelas.

Bagaimana pandangan Islam tentang ramalan dan primbon?

Islam melarang mempercayai ramalan tentang hal gaib sebagai kepastian. Hadis riwayat Muslim menyebut orang yang mendatangi peramal lalu bertanya kepadanya, shalatnya tidak diterima selama empat puluh malam.

Karena itu, kami menyajikan primbon, shio, dan tradisi lain sebagai warisan budaya untuk dikenali, bukan pegangan untuk menentukan nasib. Bila Anda ragu apakah suatu kebiasaan boleh dijalankan, tanyakan langsung kepada ustaz atau guru agama yang Anda percaya.

Kapan mimpi buruk perlu diperiksakan?

Mimpi buruk yang datang hampir setiap malam dan mengganggu kegiatan sehari-hari sebaiknya dibicarakan dengan dokter atau psikolog. Adab Islam menenangkan hati, sementara pemeriksaan membantu menemukan penyebab lain, seperti stres berat, trauma, gangguan tidur, atau efek obat.

Keduanya tidak bertentangan. Berdoa dan berikhtiar mencari pengobatan sama-sama diajarkan dalam Islam.

Artikel tafsir mimpi dengan pandangan Islam

Mimpi menurut Islam pada dasarnya diajarkan dengan sederhana: syukuri yang baik, tinggalkan yang buruk, dan jangan biarkan mimpi mengambil alih keputusan hidup Anda.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa saja jenis mimpi menurut Islam?
Menurut hadis riwayat Muslim, mimpi ada tiga jenis: kabar gembira dari Allah, mimpi menyedihkan dari setan, dan mimpi dari pikiran sendiri. Masing-masing disikapi dengan cara berbeda.
Apa yang harus dilakukan setelah mimpi buruk menurut Islam?
Berlindung kepada Allah dari setan dan keburukan mimpi, meludah ringan ke kiri tiga kali, berpindah posisi tidur, shalat bila belum tenang, dan tidak menceritakannya kepada siapa pun.
Bolehkah menceritakan mimpi baik?
Boleh, tetapi menurut hadis riwayat Muslim sebaiknya hanya kepada orang yang Anda sayangi atau percaya. Mimpi buruk justru dianjurkan untuk tidak diceritakan.

Baca Juga