Lahir Selasa, 23 November 1999: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
23 November 1999 jatuh pada hari Selasa Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 14 Ruwah 1932 (tahun Ehe), di kalender Hijriah kira-kira 14 Syakban 1420 H, dan di kalender Imlek tanggal 16 bulan 10 tahun 2550. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Selasa Pahing, berzodiak Sagittarius, dan bershio Kelinci. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang optimis, lembut, dan ambisius.
- Weton: Selasa Pahing, neptu 12 (Satria Wirang)
- Zodiak: Sagittarius · Shio: Kelinci Tanah
- Life Path: 8 (Sang Penguasa) · Tarot: Strength
Kelahiran Selasa dikaitkan dengan keberanian, tegas mengambil keputusan, dan kadang mudah tersulut emosi. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Optimis, petualang, dan jujur. Hari ini: Energi zodiak Sagittarius hari ini cukup baik. Energi Anda tinggi sejak pagi, jadi kerjakan…
Ramalan harian ›Lembut, elegan, dan penuh perhatian.
Ramalan shio ›Ambisius, berorientasi hasil, dan kuat secara materi.
Numerologi ›Strength tegak bilang kekuatan terbesarmu ada di dalam: sabar, berani, dan lembut sekaligus. Kamu bisa menghadapi situasi panas tanpa ikut terbakar. Emosi tidak dibuang, tapi dijinakkan dengan kasih sayang.
Arti kartu ›23 November 1999 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 23 November 1999 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Selasa, 23 November 1999 Hari ke-327 dari 365 hari, minggu ke-47, sisa 38 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 14 Ruwah 1932 Tahun Ehe, windu Adi, kurup Asapon |
| Hijriah | 14 Syakban 1420 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 16 bulan 10, tahun 2550 Kongzili Tahun Kelinci Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Selasa Pahing, neptu 12 Selasa 3 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Satria Wirang |
| Wuku | Tolu Wuku ke-5 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1999 – 21 Desember 1999, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Selasa Pahing
Neptu weton Selasa Pahing adalah 12, hasil penjumlahan neptu hari Selasa (3) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Satria Wirang
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 12, hasilnya Satria Wirang: digambarkan kerap diuji rasa kecewa, sehingga primbon menganjurkan sabar dan rajin prihatin. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Tolu
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 23 November 1999 masuk wuku Tolu, urutan ke-5. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Selasa Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Selasa Pahing.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 23 November 1999 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1999 sampai 21 Desember 1999 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
