Lahir Selasa, 31 Oktober 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
31 Oktober 1989 jatuh pada hari Selasa Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 1 Bakda Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 30 Rabiulawal 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 3 bulan 10 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Selasa Pahing, berzodiak Scorpio, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, bijaksana, dan bebas.
- Weton: Selasa Pahing, neptu 12 (Satria Wirang)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 5 (Sang Petualang) · Tarot: The Hierophant
Kelahiran Selasa dikaitkan dengan keberanian, tegas mengambil keputusan, dan kadang mudah tersulut emosi. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini cukup baik. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Bebas, dinamis, dan haus pengalaman.
Numerologi ›Ada kebijaksanaan di jalan yang sudah dilalui banyak orang. Kartu ini mengajakmu belajar dari mentor, menghargai nilai bersama, dan memakai jalur yang teruji.
Arti kartu ›31 Oktober 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 31 Oktober 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Selasa, 31 Oktober 1989 Hari ke-304 dari 365 hari, minggu ke-44, sisa 61 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 1 Bakda Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 30 Rabiulawal 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 3 bulan 10, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Selasa Pahing, neptu 12 Selasa 3 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Satria Wirang |
| Wuku | Medangkungan Wuku ke-20 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kalima (mangsa ke-5) 13 Oktober 1989 – 8 November 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Selasa Pahing
Neptu weton Selasa Pahing adalah 12, hasil penjumlahan neptu hari Selasa (3) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Satria Wirang
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 12, hasilnya Satria Wirang: digambarkan kerap diuji rasa kecewa, sehingga primbon menganjurkan sabar dan rajin prihatin. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Medangkungan
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 31 Oktober 1989 masuk wuku Medangkungan, urutan ke-20. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Selasa Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Selasa Pahing.
Pranata mangsa Kalima: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 31 Oktober 1989 masuk mangsa Kalima, yang berlangsung dari 13 Oktober 1989 sampai 8 November 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan pertama turun dan sawah mulai disiapkan. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
