Lahir Sabtu, 4 November 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
4 November 1989 jatuh pada hari Sabtu Legi. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 5 Bakda Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 4 Rabiulakhir 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 7 bulan 10 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Sabtu Legi, berzodiak Scorpio, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, bijaksana, dan bertanggung jawab.
- Weton: Sabtu Legi, neptu 14 (Lebu Katiup Angin)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 6 (Sang Pengasuh) · Tarot: The Lovers
Kelahiran Sabtu dikaitkan dengan watak keras kemauan, mandiri, dan berani menghadapi tantangan. Pasaran Legi melambangkan pribadi yang murah hati, suka menolong, dan pandai bicara.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini cukup baik. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Bertanggung jawab, penyayang, dan protektif.
Numerologi ›Ada hubungan yang terasa selaras dan pilihan penting yang menunggu keputusanmu. Pilih yang sejalan dengan hati dan nilai dirimu.
Arti kartu ›4 November 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 4 November 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Sabtu, 4 November 1989 Hari ke-308 dari 365 hari, minggu ke-44, sisa 57 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 5 Bakda Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 4 Rabiulakhir 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 7 bulan 10, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Sabtu Legi, neptu 14 Sabtu 9 + Legi 5 |
| Pancasuda | Lebu Katiup Angin |
| Wuku | Medangkungan Wuku ke-20 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kalima (mangsa ke-5) 13 Oktober 1989 – 8 November 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Sabtu Legi
Neptu weton Sabtu Legi adalah 14, hasil penjumlahan neptu hari Sabtu (9) dan pasaran Legi (5). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Lebu Katiup Angin
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 14, hasilnya Lebu Katiup Angin: diibaratkan debu tertiup angin: cita-citanya tinggi, tetapi rencananya mudah berpindah-pindah. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Medangkungan
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 4 November 1989 masuk wuku Medangkungan, urutan ke-20. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Sabtu Legi datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Sabtu Legi.
Pranata mangsa Kalima: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 4 November 1989 masuk mangsa Kalima, yang berlangsung dari 13 Oktober 1989 sampai 8 November 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan pertama turun dan sawah mulai disiapkan. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
