Lahir Minggu, 4 November 1990: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
4 November 1990 jatuh pada hari Minggu Legi. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 15 Bakda Mulud 1923 (tahun Alip), di kalender Hijriah kira-kira 15 Rabiulakhir 1411 H, dan di kalender Imlek tanggal 18 bulan 9 tahun 2541. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Minggu Legi, berzodiak Scorpio, dan bershio Kuda. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, energik, dan analitis.
- Weton: Minggu Legi, neptu 10 (Satria Wibawa)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Kuda Logam
- Life Path: 7 (Sang Pencari Kebenaran) · Tarot: The Chariot
Dalam tradisi, kelahiran Minggu dikaitkan dengan sifat tekun, percaya diri, dan suka menjadi panutan. Pasaran Legi melambangkan pribadi yang murah hati, suka menolong, dan pandai bicara.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Energik, bebas, dan supel.
Ramalan shio ›Analitis, spiritual, dan reflektif.
Numerologi ›The Chariot tegak bilang kamu sedang di jalur yang benar, asal setir tetap kamu yang pegang. Tekad, disiplin, dan fokus bikin target yang kelihatan jauh jadi bisa dikejar. Kemenangan datang karena kamu mengendalikan diri, bukan karena keadaan selalu mulus.
Arti kartu ›4 November 1990 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 4 November 1990 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Minggu, 4 November 1990 Hari ke-308 dari 365 hari, minggu ke-44, sisa 57 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 15 Bakda Mulud 1923 Tahun Alip, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 15 Rabiulakhir 1411 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 18 bulan 9, tahun 2541 Kongzili Tahun Kuda Logam · Kalender Imlek |
| Weton | Minggu Legi, neptu 10 Minggu 5 + Legi 5 |
| Pancasuda | Satria Wibawa |
| Wuku | Langkir Wuku ke-13 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kalima (mangsa ke-5) 13 Oktober 1990 – 8 November 1990, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Minggu Legi
Neptu weton Minggu Legi adalah 10, hasil penjumlahan neptu hari Minggu (5) dan pasaran Legi (5). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Satria Wibawa
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 10, hasilnya Satria Wibawa: digambarkan mudah dihormati dan dipercaya orang di sekitarnya. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Langkir
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 4 November 1990 masuk wuku Langkir, urutan ke-13. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Minggu Legi datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Minggu Legi.
Pranata mangsa Kalima: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 4 November 1990 masuk mangsa Kalima, yang berlangsung dari 13 Oktober 1990 sampai 8 November 1990 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan pertama turun dan sawah mulai disiapkan. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
