Lahir Jumat, 9 Agustus 1996: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
9 Agustus 1996 jatuh pada hari Jumat Legi. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 24 Mulud 1929 (tahun Wawu), di kalender Hijriah kira-kira 24 Rabiulawal 1417 H, dan di kalender Imlek tanggal 25 bulan 6 tahun 2547. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Jumat Legi, berzodiak Leo, dan bershio Tikus. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang percaya diri, cerdik, dan bertanggung jawab.
- Weton: Jumat Legi, neptu 11 (Sumur Sinaba)
- Zodiak: Leo · Shio: Tikus Api
- Life Path: 6 (Sang Pengasuh) · Tarot: The Lovers
Kelahiran Jumat dikaitkan dengan ketenangan, religius, dan kemampuan menenangkan orang di sekitarnya. Pasaran Legi melambangkan pribadi yang murah hati, suka menolong, dan pandai bicara.
Detail weton ›Percaya diri, murah hati, dan karismatik. Hari ini: Energi zodiak Leo hari ini cukup baik. Antusiasme Anda menular, cocok untuk memulai sesuatu…
Ramalan harian ›Cerdik, hemat, dan pandai membaca peluang.
Ramalan shio ›Bertanggung jawab, penyayang, dan protektif.
Numerologi ›Ada hubungan yang terasa selaras dan pilihan penting yang menunggu keputusanmu. Pilih yang sejalan dengan hati dan nilai dirimu.
Arti kartu ›9 Agustus 1996 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 9 Agustus 1996 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Jumat, 9 Agustus 1996 Hari ke-222 dari 366 hari (tahun kabisat), minggu ke-32, sisa 144 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 24 Mulud 1929 Tahun Wawu, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 24 Rabiulawal 1417 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 25 bulan 6, tahun 2547 Kongzili Tahun Tikus Api · Kalender Imlek |
| Weton | Jumat Legi, neptu 11 Jumat 6 + Legi 5 |
| Pancasuda | Sumur Sinaba |
| Wuku | Langkir Wuku ke-13 dari 30 |
| Pranata mangsa | Karo (mangsa ke-2) 2 Agustus 1996 – 24 Agustus 1996, musim Ketiga |
Hitungan Jawa untuk weton Jumat Legi
Neptu weton Jumat Legi adalah 11, hasil penjumlahan neptu hari Jumat (6) dan pasaran Legi (5). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Sumur Sinaba
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 11, hasilnya Sumur Sinaba: diibaratkan sumur yang didatangi banyak orang: tempat bertanya dan berbagi ilmu. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Langkir
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 9 Agustus 1996 masuk wuku Langkir, urutan ke-13. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Jumat Legi datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Jumat Legi.
Pranata mangsa Karo: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 9 Agustus 1996 masuk mangsa Karo, yang berlangsung dari 2 Agustus 1996 sampai 24 Agustus 1996 dan termasuk musim Ketiga (kemarau).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: tanah kering merekah, pohon randu dan mangga mulai bersemi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
Dihitung dari hari ini
Pelajari lebih dalam hasil 9 Agustus 1996
- Watak weton Jumat Legi dan tanggal wetonan berikutnya ›
- Sifat dan ramalan harian zodiak Leo ›
- Sifat dan ramalan harian shio Tikus ›
- Ramalan shio Tikus 2027 per elemen tahun lahir ›
- Arti Life Path Number 6 ›
- Kecocokan shio Tikus dan Monyet ›
- Kecocokan zodiak Leo dan Aquarius ›
- Hitung kecocokan jodoh menurut weton ›
