Lahir Jumat, 17 November 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
17 November 1989 jatuh pada hari Jumat Wage. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 18 Bakda Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 17 Rabiulakhir 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 20 bulan 10 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Jumat Wage, berzodiak Scorpio, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, bijaksana, dan mandiri.
- Weton: Jumat Wage, neptu 10 (Satria Wibawa)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 1 (Sang Pemimpin) · Tarot: Wheel of Fortune
Kelahiran Jumat dikaitkan dengan ketenangan, religius, dan kemampuan menenangkan orang di sekitarnya. Pasaran Wage melambangkan pribadi yang setia, pekerja keras, namun cenderung keras kepala.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Mandiri, pelopor, dan berani mengambil inisiatif.
Numerologi ›Wheel of Fortune tegak bilang roda hidup sedang berputar ke arahmu. Ada titik balik, kesempatan baru, atau perubahan yang datang tanpa banyak aba-aba. Kuncinya, kamu siap ikut bergerak saat momentum datang.
Arti kartu ›17 November 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 17 November 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Jumat, 17 November 1989 Hari ke-321 dari 365 hari, minggu ke-46, sisa 44 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 18 Bakda Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 17 Rabiulakhir 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 20 bulan 10, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Jumat Wage, neptu 10 Jumat 6 + Wage 4 |
| Pancasuda | Satria Wibawa |
| Wuku | Wuye Wuku ke-22 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1989 – 21 Desember 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Jumat Wage
Neptu weton Jumat Wage adalah 10, hasil penjumlahan neptu hari Jumat (6) dan pasaran Wage (4). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Satria Wibawa
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 10, hasilnya Satria Wibawa: digambarkan mudah dihormati dan dipercaya orang di sekitarnya. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Wuye
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 17 November 1989 masuk wuku Wuye, urutan ke-22. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Jumat Wage datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Jumat Wage.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 17 November 1989 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1989 sampai 21 Desember 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
