Lahir Sabtu, 18 November 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
18 November 1989 jatuh pada hari Sabtu Kliwon. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 19 Bakda Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 18 Rabiulakhir 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 21 bulan 10 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Sabtu Kliwon, berzodiak Scorpio, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, bijaksana, dan sangat intuitif.
- Weton: Sabtu Kliwon, neptu 17 (Satria Wibawa)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 11 (Master Intuisi) · Tarot: Justice
Kelahiran Sabtu dikaitkan dengan watak keras kemauan, mandiri, dan berani menghadapi tantangan. Pasaran Kliwon melambangkan pribadi yang intuitif, pandai berbicara, dan dipercaya punya kepekaan batin.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Sangat intuitif, inspiratif, dan visioner.
Numerologi ›Justice tegak bilang apa yang kamu tanam, itu yang kamu tuai. Kartu ini meminta kamu jujur, menimbang fakta dengan adil, lalu mengambil keputusan yang jelas. Kebenaran akan terlihat, cepat atau lambat.
Arti kartu ›18 November 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 18 November 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Sabtu, 18 November 1989 Hari ke-322 dari 365 hari, minggu ke-46, sisa 43 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 19 Bakda Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 18 Rabiulakhir 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 21 bulan 10, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Sabtu Kliwon, neptu 17 Sabtu 9 + Kliwon 8 |
| Pancasuda | Satria Wibawa |
| Wuku | Wuye Wuku ke-22 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1989 – 21 Desember 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Sabtu Kliwon
Neptu weton Sabtu Kliwon adalah 17, hasil penjumlahan neptu hari Sabtu (9) dan pasaran Kliwon (8). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Satria Wibawa
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 17, hasilnya Satria Wibawa: digambarkan mudah dihormati dan dipercaya orang di sekitarnya. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Wuye
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 18 November 1989 masuk wuku Wuye, urutan ke-22. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Sabtu Kliwon datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Sabtu Kliwon.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 18 November 1989 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1989 sampai 21 Desember 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
