Lahir Minggu, 19 November 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
19 November 1989 jatuh pada hari Minggu Legi. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 20 Bakda Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 19 Rabiulakhir 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 22 bulan 10 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Minggu Legi, berzodiak Scorpio, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, bijaksana, dan kreatif.
- Weton: Minggu Legi, neptu 10 (Satria Wibawa)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 3 (Sang Komunikator) · Tarot: The Hanged Man
Dalam tradisi, kelahiran Minggu dikaitkan dengan sifat tekun, percaya diri, dan suka menjadi panutan. Pasaran Legi melambangkan pribadi yang murah hati, suka menolong, dan pandai bicara.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Kreatif, ekspresif, dan ceria.
Numerologi ›The Hanged Man tegak meminta kamu berhenti sebentar dan melihat masalah dari sudut yang berbeda. Jeda ini bukan kekalahan, tapi kesempatan untuk mendapat pemahaman baru. Kadang melepas kendali justru membuka jalan.
Arti kartu ›19 November 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 19 November 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Minggu, 19 November 1989 Hari ke-323 dari 365 hari, minggu ke-46, sisa 42 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 20 Bakda Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 19 Rabiulakhir 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 22 bulan 10, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Minggu Legi, neptu 10 Minggu 5 + Legi 5 |
| Pancasuda | Satria Wibawa |
| Wuku | Manahil Wuku ke-23 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1989 – 21 Desember 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Minggu Legi
Neptu weton Minggu Legi adalah 10, hasil penjumlahan neptu hari Minggu (5) dan pasaran Legi (5). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Satria Wibawa
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 10, hasilnya Satria Wibawa: digambarkan mudah dihormati dan dipercaya orang di sekitarnya. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Manahil
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 19 November 1989 masuk wuku Manahil, urutan ke-23. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Minggu Legi datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Minggu Legi.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 19 November 1989 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1989 sampai 21 Desember 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
