Lahir Senin, 20 November 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
20 November 1989 jatuh pada hari Senin Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 21 Bakda Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 20 Rabiulakhir 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 23 bulan 10 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Senin Pahing, berzodiak Scorpio, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, bijaksana, dan mampu mewujudkan visi besar menjadi nyata.
- Weton: Senin Pahing, neptu 13 (Bumi Kapetak)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 22 (Master Pembangun) · Tarot: The Emperor
Kelahiran Senin dikaitkan dengan pribadi yang lembut, mudah bergaul, dan peka terhadap suasana hati orang lain. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Mampu mewujudkan visi besar menjadi nyata.
Numerologi ›Saatnya mengambil kendali dan membangun struktur yang kokoh. Rencana, batas, dan disiplin akan membuat hidupmu lebih stabil.
Arti kartu ›20 November 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 20 November 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Senin, 20 November 1989 Hari ke-324 dari 365 hari, minggu ke-47, sisa 41 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 21 Bakda Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 20 Rabiulakhir 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 23 bulan 10, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Senin Pahing, neptu 13 Senin 4 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Bumi Kapetak |
| Wuku | Manahil Wuku ke-23 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1989 – 21 Desember 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Senin Pahing
Neptu weton Senin Pahing adalah 13, hasil penjumlahan neptu hari Senin (4) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Bumi Kapetak
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 13, hasilnya Bumi Kapetak: digambarkan tekun, tabah, dan pekerja keras, meski cenderung menyimpan perasaan sendiri. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Manahil
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 20 November 1989 masuk wuku Manahil, urutan ke-23. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Senin Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Senin Pahing.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 20 November 1989 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1989 sampai 21 Desember 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
