Lahir Selasa, 21 November 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
21 November 1989 jatuh pada hari Selasa Pon. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 22 Bakda Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 21 Rabiulakhir 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 24 bulan 10 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Selasa Pon, berzodiak Scorpio, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang intens, bijaksana, dan bebas.
- Weton: Selasa Pon, neptu 10 (Satria Wibawa)
- Zodiak: Scorpio · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 5 (Sang Petualang) · Tarot: The Hierophant
Kelahiran Selasa dikaitkan dengan keberanian, tegas mengambil keputusan, dan kadang mudah tersulut emosi. Pasaran Pon melambangkan pribadi yang percaya diri, pandai berdandan, dan disegani lingkungan.
Detail weton ›Intens, setia, dan penuh rahasia. Hari ini: Energi zodiak Scorpio hari ini butuh kehati-hatian. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Bebas, dinamis, dan haus pengalaman.
Numerologi ›Ada kebijaksanaan di jalan yang sudah dilalui banyak orang. Kartu ini mengajakmu belajar dari mentor, menghargai nilai bersama, dan memakai jalur yang teruji.
Arti kartu ›21 November 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 21 November 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Selasa, 21 November 1989 Hari ke-325 dari 365 hari, minggu ke-47, sisa 40 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 22 Bakda Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 21 Rabiulakhir 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 24 bulan 10, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Selasa Pon, neptu 10 Selasa 3 + Pon 7 |
| Pancasuda | Satria Wibawa |
| Wuku | Manahil Wuku ke-23 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1989 – 21 Desember 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Selasa Pon
Neptu weton Selasa Pon adalah 10, hasil penjumlahan neptu hari Selasa (3) dan pasaran Pon (7). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Satria Wibawa
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 10, hasilnya Satria Wibawa: digambarkan mudah dihormati dan dipercaya orang di sekitarnya. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Manahil
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 21 November 1989 masuk wuku Manahil, urutan ke-23. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Selasa Pon datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Selasa Pon.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 21 November 1989 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1989 sampai 21 Desember 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
