Lahir Selasa, 20 Februari 2001: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
20 Februari 2001 jatuh pada hari Selasa Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 26 Sela 1933 (tahun Jimawal), di kalender Hijriah kira-kira 26 Zulkaidah 1421 H, dan di kalender Imlek tanggal 28 bulan 1 tahun 2552. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Selasa Pahing, berzodiak Pisces, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang empatik, bijaksana, dan analitis.
- Weton: Selasa Pahing, neptu 12 (Satria Wirang)
- Zodiak: Pisces · Shio: Ular Logam
- Life Path: 7 (Sang Pencari Kebenaran) · Tarot: The Chariot
Kelahiran Selasa dikaitkan dengan keberanian, tegas mengambil keputusan, dan kadang mudah tersulut emosi. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Empatik, imajinatif, dan lembut hati. Hari ini: Energi zodiak Pisces hari ini butuh kehati-hatian. Empati Anda membuat orang mudah bercerita; dengarkan…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Analitis, spiritual, dan reflektif.
Numerologi ›The Chariot tegak bilang kamu sedang di jalur yang benar, asal setir tetap kamu yang pegang. Tekad, disiplin, dan fokus bikin target yang kelihatan jauh jadi bisa dikejar. Kemenangan datang karena kamu mengendalikan diri, bukan karena keadaan selalu mulus.
Arti kartu ›20 Februari 2001 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 20 Februari 2001 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Selasa, 20 Februari 2001 Hari ke-51 dari 365 hari, minggu ke-8, sisa 314 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 26 Sela 1933 Tahun Jimawal, windu Adi, kurup Asapon |
| Hijriah | 26 Zulkaidah 1421 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 28 bulan 1, tahun 2552 Kongzili Tahun Ular Logam · Kalender Imlek |
| Weton | Selasa Pahing, neptu 12 Selasa 3 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Satria Wirang |
| Wuku | Sungsang Wuku ke-10 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kawolu (mangsa ke-8) 3 Februari 2001 – 28 Februari 2001, musim Rendheng |
Hitungan Jawa untuk weton Selasa Pahing
Neptu weton Selasa Pahing adalah 12, hasil penjumlahan neptu hari Selasa (3) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Satria Wirang
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 12, hasilnya Satria Wirang: digambarkan kerap diuji rasa kecewa, sehingga primbon menganjurkan sabar dan rajin prihatin. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Sungsang
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 20 Februari 2001 masuk wuku Sungsang, urutan ke-10. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Selasa Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Selasa Pahing.
Pranata mangsa Kawolu: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 20 Februari 2001 masuk mangsa Kawolu, yang berlangsung dari 3 Februari 2001 sampai 28 Februari 2001 dan termasuk musim Rendheng (musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: padi tumbuh menghijau dan hujan masih sering turun. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
