Lahir Rabu, 21 Februari 2001: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
21 Februari 2001 jatuh pada hari Rabu Pon. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 27 Sela 1933 (tahun Jimawal), di kalender Hijriah kira-kira 27 Zulkaidah 1421 H, dan di kalender Imlek tanggal 29 bulan 1 tahun 2552. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Rabu Pon, berzodiak Pisces, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang empatik, bijaksana, dan ambisius.
- Weton: Rabu Pon, neptu 14 (Lebu Katiup Angin)
- Zodiak: Pisces · Shio: Ular Logam
- Life Path: 8 (Sang Penguasa) · Tarot: Strength
Kelahiran Rabu dikaitkan dengan sifat pendiam namun teliti, sabar, dan pandai menyimpan rahasia. Pasaran Pon melambangkan pribadi yang percaya diri, pandai berdandan, dan disegani lingkungan.
Detail weton ›Empatik, imajinatif, dan lembut hati. Hari ini: Energi zodiak Pisces hari ini butuh kehati-hatian. Empati Anda membuat orang mudah bercerita; dengarkan…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Ambisius, berorientasi hasil, dan kuat secara materi.
Numerologi ›Strength tegak bilang kekuatan terbesarmu ada di dalam: sabar, berani, dan lembut sekaligus. Kamu bisa menghadapi situasi panas tanpa ikut terbakar. Emosi tidak dibuang, tapi dijinakkan dengan kasih sayang.
Arti kartu ›21 Februari 2001 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 21 Februari 2001 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Rabu, 21 Februari 2001 Hari ke-52 dari 365 hari, minggu ke-8, sisa 313 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 27 Sela 1933 Tahun Jimawal, windu Adi, kurup Asapon |
| Hijriah | 27 Zulkaidah 1421 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 29 bulan 1, tahun 2552 Kongzili Tahun Ular Logam · Kalender Imlek |
| Weton | Rabu Pon, neptu 14 Rabu 7 + Pon 7 |
| Pancasuda | Lebu Katiup Angin |
| Wuku | Sungsang Wuku ke-10 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kawolu (mangsa ke-8) 3 Februari 2001 – 28 Februari 2001, musim Rendheng |
Hitungan Jawa untuk weton Rabu Pon
Neptu weton Rabu Pon adalah 14, hasil penjumlahan neptu hari Rabu (7) dan pasaran Pon (7). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Lebu Katiup Angin
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 14, hasilnya Lebu Katiup Angin: diibaratkan debu tertiup angin: cita-citanya tinggi, tetapi rencananya mudah berpindah-pindah. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Sungsang
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 21 Februari 2001 masuk wuku Sungsang, urutan ke-10. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Rabu Pon datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Rabu Pon.
Pranata mangsa Kawolu: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 21 Februari 2001 masuk mangsa Kawolu, yang berlangsung dari 3 Februari 2001 sampai 28 Februari 2001 dan termasuk musim Rendheng (musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: padi tumbuh menghijau dan hujan masih sering turun. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
