Lahir Minggu, 21 Oktober 1990: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
21 Oktober 1990 jatuh pada hari Minggu Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 1 Bakda Mulud 1923 (tahun Alip), di kalender Hijriah kira-kira 1 Rabiulakhir 1411 H, dan di kalender Imlek tanggal 4 bulan 9 tahun 2541. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Minggu Pahing, berzodiak Libra, dan bershio Kuda. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang diplomatis, energik, dan bebas.
- Weton: Minggu Pahing, neptu 14 (Lebu Katiup Angin)
- Zodiak: Libra · Shio: Kuda Logam
- Life Path: 5 (Sang Petualang) · Tarot: The Hierophant
Dalam tradisi, kelahiran Minggu dikaitkan dengan sifat tekun, percaya diri, dan suka menjadi panutan. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Diplomatis, adil, dan menyukai harmoni. Hari ini: Energi zodiak Libra hari ini butuh kehati-hatian. Obrolan ringan bisa membuka informasi penting, jadi…
Ramalan harian ›Energik, bebas, dan supel.
Ramalan shio ›Bebas, dinamis, dan haus pengalaman.
Numerologi ›Ada kebijaksanaan di jalan yang sudah dilalui banyak orang. Kartu ini mengajakmu belajar dari mentor, menghargai nilai bersama, dan memakai jalur yang teruji.
Arti kartu ›21 Oktober 1990 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 21 Oktober 1990 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Minggu, 21 Oktober 1990 Hari ke-294 dari 365 hari, minggu ke-42, sisa 71 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 1 Bakda Mulud 1923 Tahun Alip, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 1 Rabiulakhir 1411 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 4 bulan 9, tahun 2541 Kongzili Tahun Kuda Logam · Kalender Imlek |
| Weton | Minggu Pahing, neptu 14 Minggu 5 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Lebu Katiup Angin |
| Wuku | Galungan Wuku ke-11 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kalima (mangsa ke-5) 13 Oktober 1990 – 8 November 1990, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Minggu Pahing
Neptu weton Minggu Pahing adalah 14, hasil penjumlahan neptu hari Minggu (5) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Lebu Katiup Angin
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 14, hasilnya Lebu Katiup Angin: diibaratkan debu tertiup angin: cita-citanya tinggi, tetapi rencananya mudah berpindah-pindah. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Galungan
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 21 Oktober 1990 masuk wuku Galungan, urutan ke-11. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Minggu Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Minggu Pahing.
Pranata mangsa Kalima: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 21 Oktober 1990 masuk mangsa Kalima, yang berlangsung dari 13 Oktober 1990 sampai 8 November 1990 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan pertama turun dan sawah mulai disiapkan. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
