Lahir Sabtu, 23 Februari 1991: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
23 Februari 1991 jatuh pada hari Sabtu Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 8 Ruwah 1923 (tahun Alip), di kalender Hijriah kira-kira 8 Syakban 1411 H, dan di kalender Imlek tanggal 9 bulan 1 tahun 2542. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Sabtu Pahing, berzodiak Pisces, dan bershio Kambing. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang empatik, kreatif, dan murah hati.
- Weton: Sabtu Pahing, neptu 18 (Sumur Sinaba)
- Zodiak: Pisces · Shio: Kambing Logam
- Life Path: 9 (Sang Humanis) · Tarot: The Hermit
Kelahiran Sabtu dikaitkan dengan watak keras kemauan, mandiri, dan berani menghadapi tantangan. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Empatik, imajinatif, dan lembut hati. Hari ini: Energi zodiak Pisces hari ini sangat cerah. Perasaan Anda peka hari ini; percayai firasat,…
Ramalan harian ›Kreatif, lembut hati, dan damai.
Ramalan shio ›Murah hati, idealis, dan berjiwa sosial.
Numerologi ›The Hermit tegak mengajak kamu mundur sebentar dari keramaian untuk mendengar suara hatimu sendiri. Ini waktu untuk refleksi, bukan untuk ikut-ikutan. Jawaban yang kamu cari lebih mungkin ketemu dalam sunyi.
Arti kartu ›23 Februari 1991 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 23 Februari 1991 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Sabtu, 23 Februari 1991 Hari ke-54 dari 365 hari, minggu ke-8, sisa 311 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 8 Ruwah 1923 Tahun Alip, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 8 Syakban 1411 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 9 bulan 1, tahun 2542 Kongzili Tahun Kambing Logam · Kalender Imlek |
| Weton | Sabtu Pahing, neptu 18 Sabtu 9 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Sumur Sinaba |
| Wuku | Kulawu Wuku ke-28 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kawolu (mangsa ke-8) 3 Februari 1991 – 28 Februari 1991, musim Rendheng |
Hitungan Jawa untuk weton Sabtu Pahing
Neptu weton Sabtu Pahing adalah 18, hasil penjumlahan neptu hari Sabtu (9) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Sumur Sinaba
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 18, hasilnya Sumur Sinaba: diibaratkan sumur yang didatangi banyak orang: tempat bertanya dan berbagi ilmu. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Kulawu
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 23 Februari 1991 masuk wuku Kulawu, urutan ke-28. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Sabtu Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Sabtu Pahing.
Pranata mangsa Kawolu: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 23 Februari 1991 masuk mangsa Kawolu, yang berlangsung dari 3 Februari 1991 sampai 28 Februari 1991 dan termasuk musim Rendheng (musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: padi tumbuh menghijau dan hujan masih sering turun. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
