Lahir Selasa, 23 Januari 1996: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
23 Januari 1996 jatuh pada hari Selasa Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 2 Pasa 1928 (tahun Be), di kalender Hijriah kira-kira 2 Ramadan 1416 H, dan di kalender Imlek tanggal 4 bulan 12 tahun 2546. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Selasa Pahing, berzodiak Aquarius, dan bershio Babi. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang mandiri, murah hati, dan disiplin.
- Weton: Selasa Pahing, neptu 12 (Satria Wirang)
- Zodiak: Aquarius · Shio: Babi Kayu
- Life Path: 4 (Sang Pembangun) · Tarot: The Emperor
Kelahiran Selasa dikaitkan dengan keberanian, tegas mengambil keputusan, dan kadang mudah tersulut emosi. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Mandiri, inovatif, dan humanis. Hari ini: Energi zodiak Aquarius hari ini butuh kehati-hatian. Anda mudah terdistraksi; matikan notifikasi saat mengerjakan…
Ramalan harian ›Murah hati, tulus, dan menikmati hidup.
Ramalan shio ›Disiplin, praktis, dan dapat diandalkan.
Numerologi ›Saatnya mengambil kendali dan membangun struktur yang kokoh. Rencana, batas, dan disiplin akan membuat hidupmu lebih stabil.
Arti kartu ›23 Januari 1996 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 23 Januari 1996 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Selasa, 23 Januari 1996 Hari ke-23 dari 366 hari (tahun kabisat), minggu ke-4, sisa 343 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 2 Pasa 1928 Tahun Be, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 2 Ramadan 1416 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 4 bulan 12, tahun 2546 Kongzili Tahun Babi Kayu · Kalender Imlek |
| Weton | Selasa Pahing, neptu 12 Selasa 3 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Satria Wirang |
| Wuku | Julungpujut Wuku ke-15 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kapitu (mangsa ke-7) 22 Desember 1995 – 2 Februari 1996, musim Rendheng |
Hitungan Jawa untuk weton Selasa Pahing
Neptu weton Selasa Pahing adalah 12, hasil penjumlahan neptu hari Selasa (3) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Satria Wirang
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 12, hasilnya Satria Wirang: digambarkan kerap diuji rasa kecewa, sehingga primbon menganjurkan sabar dan rajin prihatin. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Julungpujut
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 23 Januari 1996 masuk wuku Julungpujut, urutan ke-15. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Selasa Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Selasa Pahing.
Pranata mangsa Kapitu: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 23 Januari 1996 masuk mangsa Kapitu, yang berlangsung dari 22 Desember 1995 sampai 2 Februari 1996 dan termasuk musim Rendheng (musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan deras, sungai meluap, padi mulai ditanam. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
