Lahir Rabu, 24 Januari 1996: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
24 Januari 1996 jatuh pada hari Rabu Pon. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 3 Pasa 1928 (tahun Be), di kalender Hijriah kira-kira 3 Ramadan 1416 H, dan di kalender Imlek tanggal 5 bulan 12 tahun 2546. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Rabu Pon, berzodiak Aquarius, dan bershio Babi. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang mandiri, murah hati, dan bebas.
- Weton: Rabu Pon, neptu 14 (Lebu Katiup Angin)
- Zodiak: Aquarius · Shio: Babi Kayu
- Life Path: 5 (Sang Petualang) · Tarot: The Hierophant
Kelahiran Rabu dikaitkan dengan sifat pendiam namun teliti, sabar, dan pandai menyimpan rahasia. Pasaran Pon melambangkan pribadi yang percaya diri, pandai berdandan, dan disegani lingkungan.
Detail weton ›Mandiri, inovatif, dan humanis. Hari ini: Energi zodiak Aquarius hari ini butuh kehati-hatian. Anda mudah terdistraksi; matikan notifikasi saat mengerjakan…
Ramalan harian ›Murah hati, tulus, dan menikmati hidup.
Ramalan shio ›Bebas, dinamis, dan haus pengalaman.
Numerologi ›Ada kebijaksanaan di jalan yang sudah dilalui banyak orang. Kartu ini mengajakmu belajar dari mentor, menghargai nilai bersama, dan memakai jalur yang teruji.
Arti kartu ›24 Januari 1996 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 24 Januari 1996 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Rabu, 24 Januari 1996 Hari ke-24 dari 366 hari (tahun kabisat), minggu ke-4, sisa 342 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 3 Pasa 1928 Tahun Be, windu Sancaya, kurup Asapon |
| Hijriah | 3 Ramadan 1416 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 5 bulan 12, tahun 2546 Kongzili Tahun Babi Kayu · Kalender Imlek |
| Weton | Rabu Pon, neptu 14 Rabu 7 + Pon 7 |
| Pancasuda | Lebu Katiup Angin |
| Wuku | Julungpujut Wuku ke-15 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kapitu (mangsa ke-7) 22 Desember 1995 – 2 Februari 1996, musim Rendheng |
Hitungan Jawa untuk weton Rabu Pon
Neptu weton Rabu Pon adalah 14, hasil penjumlahan neptu hari Rabu (7) dan pasaran Pon (7). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Lebu Katiup Angin
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 14, hasilnya Lebu Katiup Angin: diibaratkan debu tertiup angin: cita-citanya tinggi, tetapi rencananya mudah berpindah-pindah. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Julungpujut
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 24 Januari 1996 masuk wuku Julungpujut, urutan ke-15. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Rabu Pon datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Rabu Pon.
Pranata mangsa Kapitu: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 24 Januari 1996 masuk mangsa Kapitu, yang berlangsung dari 22 Desember 1995 sampai 2 Februari 1996 dan termasuk musim Rendheng (musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: hujan deras, sungai meluap, padi mulai ditanam. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
