Lahir Kamis, 23 November 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
23 November 1989 jatuh pada hari Kamis Kliwon. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 24 Bakda Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 23 Rabiulakhir 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 26 bulan 10 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Kamis Kliwon, berzodiak Sagittarius, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang optimis, bijaksana, dan analitis.
- Weton: Kamis Kliwon, neptu 16 (Tunggak Semi)
- Zodiak: Sagittarius · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 7 (Sang Pencari Kebenaran) · Tarot: The Chariot
Kelahiran Kamis dikaitkan dengan wibawa, jiwa pemimpin, dan semangat besar dalam bekerja. Pasaran Kliwon melambangkan pribadi yang intuitif, pandai berbicara, dan dipercaya punya kepekaan batin.
Detail weton ›Optimis, petualang, dan jujur. Hari ini: Energi zodiak Sagittarius hari ini sangat cerah. Antusiasme Anda menular, cocok untuk memulai sesuatu…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Analitis, spiritual, dan reflektif.
Numerologi ›The Chariot tegak bilang kamu sedang di jalur yang benar, asal setir tetap kamu yang pegang. Tekad, disiplin, dan fokus bikin target yang kelihatan jauh jadi bisa dikejar. Kemenangan datang karena kamu mengendalikan diri, bukan karena keadaan selalu mulus.
Arti kartu ›23 November 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 23 November 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Kamis, 23 November 1989 Hari ke-327 dari 365 hari, minggu ke-47, sisa 38 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 24 Bakda Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 23 Rabiulakhir 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 26 bulan 10, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Kamis Kliwon, neptu 16 Kamis 8 + Kliwon 8 |
| Pancasuda | Tunggak Semi |
| Wuku | Manahil Wuku ke-23 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1989 – 21 Desember 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Kamis Kliwon
Neptu weton Kamis Kliwon adalah 16, hasil penjumlahan neptu hari Kamis (8) dan pasaran Kliwon (8). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Tunggak Semi
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 16, hasilnya Tunggak Semi: diibaratkan tunggul yang bersemi lagi: rezeki dipercaya mudah tumbuh kembali setelah habis. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Manahil
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 23 November 1989 masuk wuku Manahil, urutan ke-23. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Kamis Kliwon datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Kamis Kliwon.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 23 November 1989 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1989 sampai 21 Desember 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
