Lahir Jumat, 24 November 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
24 November 1989 jatuh pada hari Jumat Legi. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 25 Bakda Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 24 Rabiulakhir 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 27 bulan 10 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Jumat Legi, berzodiak Sagittarius, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang optimis, bijaksana, dan ambisius.
- Weton: Jumat Legi, neptu 11 (Sumur Sinaba)
- Zodiak: Sagittarius · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 8 (Sang Penguasa) · Tarot: Strength
Kelahiran Jumat dikaitkan dengan ketenangan, religius, dan kemampuan menenangkan orang di sekitarnya. Pasaran Legi melambangkan pribadi yang murah hati, suka menolong, dan pandai bicara.
Detail weton ›Optimis, petualang, dan jujur. Hari ini: Energi zodiak Sagittarius hari ini sangat cerah. Antusiasme Anda menular, cocok untuk memulai sesuatu…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Ambisius, berorientasi hasil, dan kuat secara materi.
Numerologi ›Strength tegak bilang kekuatan terbesarmu ada di dalam: sabar, berani, dan lembut sekaligus. Kamu bisa menghadapi situasi panas tanpa ikut terbakar. Emosi tidak dibuang, tapi dijinakkan dengan kasih sayang.
Arti kartu ›24 November 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 24 November 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Jumat, 24 November 1989 Hari ke-328 dari 365 hari, minggu ke-47, sisa 37 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 25 Bakda Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 24 Rabiulakhir 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 27 bulan 10, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Jumat Legi, neptu 11 Jumat 6 + Legi 5 |
| Pancasuda | Sumur Sinaba |
| Wuku | Manahil Wuku ke-23 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1989 – 21 Desember 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Jumat Legi
Neptu weton Jumat Legi adalah 11, hasil penjumlahan neptu hari Jumat (6) dan pasaran Legi (5). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Sumur Sinaba
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 11, hasilnya Sumur Sinaba: diibaratkan sumur yang didatangi banyak orang: tempat bertanya dan berbagi ilmu. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Manahil
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 24 November 1989 masuk wuku Manahil, urutan ke-23. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Jumat Legi datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Jumat Legi.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 24 November 1989 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1989 sampai 21 Desember 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
