Lahir Sabtu, 25 November 1989: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
25 November 1989 jatuh pada hari Sabtu Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 26 Bakda Mulud 1922 (tahun Jimakir), di kalender Hijriah kira-kira 25 Rabiulakhir 1410 H, dan di kalender Imlek tanggal 28 bulan 10 tahun 2540. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Sabtu Pahing, berzodiak Sagittarius, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang optimis, bijaksana, dan murah hati.
- Weton: Sabtu Pahing, neptu 18 (Sumur Sinaba)
- Zodiak: Sagittarius · Shio: Ular Tanah
- Life Path: 9 (Sang Humanis) · Tarot: The Hermit
Kelahiran Sabtu dikaitkan dengan watak keras kemauan, mandiri, dan berani menghadapi tantangan. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Optimis, petualang, dan jujur. Hari ini: Energi zodiak Sagittarius hari ini sangat cerah. Antusiasme Anda menular, cocok untuk memulai sesuatu…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Murah hati, idealis, dan berjiwa sosial.
Numerologi ›The Hermit tegak mengajak kamu mundur sebentar dari keramaian untuk mendengar suara hatimu sendiri. Ini waktu untuk refleksi, bukan untuk ikut-ikutan. Jawaban yang kamu cari lebih mungkin ketemu dalam sunyi.
Arti kartu ›25 November 1989 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 25 November 1989 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Sabtu, 25 November 1989 Hari ke-329 dari 365 hari, minggu ke-47, sisa 36 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 26 Bakda Mulud 1922 Tahun Jimakir, windu Sengara, kurup Asapon |
| Hijriah | 25 Rabiulakhir 1410 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 28 bulan 10, tahun 2540 Kongzili Tahun Ular Tanah · Kalender Imlek |
| Weton | Sabtu Pahing, neptu 18 Sabtu 9 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Sumur Sinaba |
| Wuku | Manahil Wuku ke-23 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kanem (mangsa ke-6) 9 November 1989 – 21 Desember 1989, musim Labuh |
Hitungan Jawa untuk weton Sabtu Pahing
Neptu weton Sabtu Pahing adalah 18, hasil penjumlahan neptu hari Sabtu (9) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Sumur Sinaba
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 18, hasilnya Sumur Sinaba: diibaratkan sumur yang didatangi banyak orang: tempat bertanya dan berbagi ilmu. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Manahil
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 25 November 1989 masuk wuku Manahil, urutan ke-23. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Sabtu Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Sabtu Pahing.
Pranata mangsa Kanem: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 25 November 1989 masuk mangsa Kanem, yang berlangsung dari 9 November 1989 sampai 21 Desember 1989 dan termasuk musim Labuh (peralihan menuju musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: musim buah-buahan, petani menyemai benih padi. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
