Lahir Minggu, 25 Februari 2001: Weton, Zodiak, Shio, Numerologi & Tarot
25 Februari 2001 jatuh pada hari Minggu Pahing. Dalam kalender Jawa tanggal ini tercatat sebagai 1 Besar 1933 (tahun Jimawal), di kalender Hijriah kira-kira 1 Zulhijah 1421 H, dan di kalender Imlek tanggal 3 bulan 2 tahun 2552. Orang yang lahir pada tanggal ini berweton Minggu Pahing, berzodiak Pisces, dan bershio Ular. Jika dirangkum, zodiak, shio, dan numerologinya melukiskan pribadi yang empatik, bijaksana, dan kreatif.
- Weton: Minggu Pahing, neptu 14 (Lebu Katiup Angin)
- Zodiak: Pisces · Shio: Ular Logam
- Life Path: 3 (Sang Komunikator) · Tarot: The Hanged Man
Dalam tradisi, kelahiran Minggu dikaitkan dengan sifat tekun, percaya diri, dan suka menjadi panutan. Pasaran Pahing melambangkan pribadi yang ambisius, teliti soal materi, dan tidak mudah menyerah.
Detail weton ›Empatik, imajinatif, dan lembut hati. Hari ini: Energi zodiak Pisces hari ini butuh kehati-hatian. Empati Anda membuat orang mudah bercerita; dengarkan…
Ramalan harian ›Bijaksana, misterius, dan intuitif.
Ramalan shio ›Kreatif, ekspresif, dan ceria.
Numerologi ›The Hanged Man tegak meminta kamu berhenti sebentar dan melihat masalah dari sudut yang berbeda. Jeda ini bukan kekalahan, tapi kesempatan untuk mendapat pemahaman baru. Kadang melepas kendali justru membuka jalan.
Arti kartu ›25 Februari 2001 dalam kalender Jawa, Hijriah, dan Imlek
Satu hari yang sama punya nama berbeda di tiap kalender yang dipakai di Indonesia. Tabel ini merangkum posisi 25 Februari 2001 di kalender Masehi, Jawa, Hijriah, dan Imlek, lengkap dengan wuku dan pranata mangsanya.
| Masehi | Minggu, 25 Februari 2001 Hari ke-56 dari 365 hari, minggu ke-8, sisa 309 hari menuju tahun baru |
|---|---|
| Jawa | 1 Besar 1933 Tahun Jimawal, windu Adi, kurup Asapon |
| Hijriah | 1 Zulhijah 1421 H Hitungan aritmetik; tanggal resmi bisa selisih satu hari |
| Imlek | Tanggal 3 bulan 2, tahun 2552 Kongzili Tahun Ular Logam · Kalender Imlek |
| Weton | Minggu Pahing, neptu 14 Minggu 5 + Pahing 9 |
| Pancasuda | Lebu Katiup Angin |
| Wuku | Galungan Wuku ke-11 dari 30 |
| Pranata mangsa | Kawolu (mangsa ke-8) 3 Februari 2001 – 28 Februari 2001, musim Rendheng |
Hitungan Jawa untuk weton Minggu Pahing
Neptu weton Minggu Pahing adalah 14, hasil penjumlahan neptu hari Minggu (5) dan pasaran Pahing (9). Angka neptu inilah yang dipakai primbon untuk menghitung banyak hal, mulai dari watak sampai kecocokan jodoh.
Pancasuda Lebu Katiup Angin
Pancasuda didapat dari sisa pembagian neptu dengan tujuh. Untuk neptu 14, hasilnya Lebu Katiup Angin: diibaratkan debu tertiup angin: cita-citanya tinggi, tetapi rencananya mudah berpindah-pindah. Sebagian keluarga Jawa masih memakai pancasuda sebagai gambaran watak, tetapi ini bacaan budaya, bukan takdir.
Wuku Galungan
Wuku adalah siklus 30 pekan yang masing-masing berumur tujuh hari, jadi satu putaran penuh berlangsung 210 hari. 25 Februari 2001 masuk wuku Galungan, urutan ke-11. Dalam tradisi Jawa dan Bali, wuku dipakai untuk memilih hari baik dan dipercaya ikut mewarnai watak orang yang lahir di pekan tersebut.
Kapan wetonan berikutnya?
Weton Minggu Pahing datang kembali setiap 35 hari, yaitu tujuh hari dikali lima pasaran. Banyak keluarga Jawa memperingati hari ini dengan bancakan kecil atau doa bersama. Daftar tanggalnya ada di halaman weton Minggu Pahing.
Pranata mangsa Kawolu: musim saat tanggal ini
Pranata mangsa adalah kalender musim para petani Jawa yang membagi setahun menjadi 12 mangsa. 25 Februari 2001 masuk mangsa Kawolu, yang berlangsung dari 3 Februari 2001 sampai 28 Februari 2001 dan termasuk musim Rendheng (musim hujan).
Gambaran alam yang biasa dikaitkan dengan mangsa ini: padi tumbuh menghijau dan hujan masih sering turun. Karena iklim sekarang banyak bergeser, gambaran ini lebih tepat dibaca sebagai warisan pengetahuan petani daripada prakiraan cuaca.
